Senin, 25 November 2013

Foto Petani Miskin dengan Anaknya Wisuda

Haloo Semua.... Cukup lama saya tidak membuka blog saya ini, kangen juga rasanya...hehe....
Oia saya kali ini ingin menunjukkan sebuah foto AMAZING BUAT SAYA. Perhatikan foto yang ini, sangat mengharukan sekali yaa! ;(  Saya dapat dari akun facebook ini
Siapa yang tidak tersentuh hatinya melihat foto yang menharukan ini...



 Foto ini sepertinya bukan dari Indonesia, tetapi mungkin dari Thailand, Cina atau dari Filipina. Aah bagi saya tidak penting foto ini darimananya. Tetapi, yang penting bagi saya bahwa anak petani miskin di dalam foto tersebut begitu menyayangi ayahnya, karena berkat kerja keras dan perjuangan ayahnya ia bisa menjadi seorang sarjana. Meskipun ayahnya hanyalah orang miskin dan tampak sangat lugu tidak sebanding dengan pakaian toganya yang gagah, namun dia tidak ragu-ragu bahkan merasa malu berfoto dengan ayahnya pada hari wisuda di depan rumah gubuknya. Dia mengatakan bahwa ayahnya adalah kebanggaan terbesarnya. Sungguh LUAR BIASA...
Nah teman-teman begitulah seharusnya cinta sejati antara anak dengan ayahnya. Semiskin, seburuk dan selugu apapun ayahmu, tetaplah itu ayahmu sendiri yang sudah berjuang sampai meneteskan keringat dan mengeluarkan seluruh tenaganya untuk membuatmu menjadi orang yang sukses dikemudian hari. Karena itu, berterima kasihlah kepada ayah ibu mu.
I love my father (Semoga cepat sembuh Pah, dan selalu diberkati Tuhan).

Rabu, 13 November 2013

Kisah yang Mengharukan “Jangan Benci Aku Mama”

Hai Dear,,,, hari ini saya ingin berbagi cerita yang baru saya baca tadi di artikel internet. Oia sebelum saya berbagi cerita saya ingin menceritakan tentang diri saya dulu..
Saya termasuk tipe orang melankolis dan mudah sensitif jika melihat sesuatu yang sedih-sedih. saya sangat menyukai film sedih dan lagu yang bergenre ballad.
Bagi teman-teman yang punya film yang mengharu biru atau lagu yang bergenre sedih tolong rekomendasi buat saya yaa (^0^)...
Nah sekarang saya ingin berbagi cerita yang bagi saya sangat mengharukan judulnya "JANGAN BENCI AKU MAMA", mungkin sebagian dari kalian ada yang sudah membaca, tapi bagi yang belum tuh ceritanya ada di bawah....Cekidoot..........

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan & membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.

Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja.

Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.

Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak.
Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya.
Sambil tersenyum ia berkata,
"Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!"
Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya,
"Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"
"Nama saya Elic, Tante."
"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?"
Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar di kepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric...

Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." tetapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. ..

Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tempati beberapa tahun lamanya dan Eric.. Eric...

Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun!
Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

Namun saya tidak menemukan siapa pun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata saya mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. .. Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.

Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau ke sini?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"
Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., Mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan & mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."

Saya pun membaca tulisan di kertas itu...

"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."

Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana ... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya disana. Nyonya, dosa Anda tidak terampuni!"

Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.

Rabu, 06 November 2013

Pesta Demokrasi SMAN 3 Palangka Raya

Senin tanggal 4 November 2013 SMAN 3 Palangka Raya mengadakan pesta demokrasi yaitu pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Saya salut kepada sekolah SMAN 3 Palangka Raya karena bisa mengadakan pemilihan layaknya Pemilihan Umum kepala daerah atau presiden.

Dapat dilihat difoto bahwa mereka memilih dengan membawa undangan yang sudah diberikan, kemudian mereka memilih sesuai TPS yang sudah ditentukan. Sebelum memilih mereka berbaris sangat tertib dan mengantri, ahh sekolah ini benar-benar buat saya kagum.





Oia seingat saya dulu saat saya SMA ketika memilih ketua dan wakil ketua OSIS, langsung pilih saja ditulis namanya dikertas dan dimasukkan kedalam kotak kardus.hehe...

Acaranya saat itu dimulai jam 07.00 sampai jam 10.00 WIB, selain memilih ketua dan wakil ketua OSIS, di sekolah juga disediakan bagi siswa yang mau menunjukkan bakatnya seperti bernyanyi. Jadi sambil mengantri memilih mereka dihibur oleh acara musik. Saya salut pada sekolah ini karena begitu banyak siswa-siswanya yang berbakat, mereka ada yang bernyanyi, ada yang main gitar akustik dan juga ada stand up comedy. Pada hari Senin itu saya sangat terhibur, melihat tingkah lucu para siswa.
 
Oia saya mau cerita sedikit, waktu itu saat acara sebelum mulai kami kedatangan seseorang laki-laki yang umurnya sekitar 30-an, badannya agak kecil dan (maaf) dia sepertinya gak bisa melihat. Ini dibawah ada fotonya (Laki-laki baju merah)



Mungkin saya melihatnya agak bingung, mau ngapain laki-laki ini ke sini, saya pikir dia hanya sekedar duduk dan menikmati acara di SMAN 3 Palangka Raya, tetapi ternyata dia mau bernyanyi. Wah melihat penampilannya saya tidak yakin dia bisa bernyanyi, Dia mengucapkan sepatah dua patah kata dan Dia mengatakan akan menyanyikan lagu berjudul KERINDUAN. Coba liat video ini




Menurut kalian ada yang aneh ga,,, Yap benar sekali dia bernyanyi dengan dua suara, yaitu suara laki-laki dan suara perempuan. LUAR BIASA suaranya merduuuu sekali, dan saat itu semua orang tepuk tangan dengan meriah \\(^.^)// . Dibalik kekurangan yang dimilikinya dia memiliki bakat yang LUAR BIASA dan belum tentu semua orang bisa bernyanyi seperti itu. Saya ingat dulu, dia hampir sama seperti finalis Indonesia Mencari Bakat (IMB) yang bernama Hudson. Suaranya benar-benar unik, dan yang membuat saya kagum dia juga bisa bermain keyboard. Hari itu merupakan hari yang menyenangkan sekaligus pengalaman yang sangat berharga buat saya.(^0^)

Minggu, 03 November 2013

Pengalaman PPL Di SMAN 3 Palangka Raya



Wah akhirnya saya bisa memposting tulisan saya lagi, bulan kemaren saya sibuk sekali, mulai dari seminar proposal skripsi, mengajar les, kuliah dan juga mengajar PPL di SMAN 3 Palangka Raya. Puji Tuhan semuanya berjalan dengan baik :). Hehe…  Oia melalui tulisan ini saya ingin menceritakan pengalaman saya PPL di SMAN 3 Palangka Raya. Saya sangat bangga PPL di sana, karena guru dan siswanya baik-baik dan sangat ramah. 

Kira-kira hampir 2 bulanan saya sudah praktik mengajar di sana, dan sekarang saya sudah hampir selesai PPL, dan kemungkinan hari Jumat Tanggal 8 November 2013 saya akan melaksanakan ujian PPL. Saya mengajar di beri dua kelas, kelas X-7 dan kelas X-9, dari kedua kelas tersebut saya mendapatkan banyak pengalaman. Saya sangat bangga kepada siswa-siswa di kelas yang saya ajarkan, mereka begitu menghormati saya dan begitu baik kepada saya. Setiap kali masuk kelas mereka sangat ramah, baik dan juga selalu memperhatikan materi apa yang saya jelaskan.

 Walaupun tidak bisa dipungkiri sebagai siswa tentu ada kelakuan mereka yang sedikit nakal, tetapi kenakalan itu saya anggap masih wajar. Ketika melihat tingkah-laku mereka membuat saya teringat dengan masa-masa SMA saya dulu :).  Mereka selalu buat saya tersenyum dan tertawa, bahkan ketika mengajar tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. 



Sebentar lagi saya selesai PPL dan pastinya tidak akan bertemu dengan siswa-siswa yang luar biasa seperti mereka, sedih dan merasa kehilangan itulah yang saya rasakan:(, mereka begitu luar biasa bagi saya. Pesan Ibu buat kalian, rajin-rajinlah belajar, lakukan hal-hal positif agar bermanfaat untuk orang lain dan juga buat kalian sendiri. Sekali lagi Ibu katakan Ibu sangat bangga kepada kalian dan Ibu ucapkan terima kasih banyak atas kebaikan kalian selama ini. I LOVE YOU ALL ^.^)